Tag Archives: #ElangDanKirana

Elang dan Kirana: Babak Baru

Kirana menebar¬†pandangannya¬†sambil berjalan keluar dari pintu kedatangan internasional. Dia mencari sosok yang menjemputnya. “Ra!!!” tiba-tiba sebuah suara memanggil. Kirana mencari sumber suara itu. Seorang laki-laki berbadan tinggi melambai penuh semangat. Seketika itu pula senyuman di wajah Kirana merekah lebar. “El!!!” panggilnya sambil bergegas berjalan mendekat. Keduanya saling berpelukan erat.

Continue reading Elang dan Kirana: Babak Baru

Finale – Damar, Elang dan Kirana: Semua Tentang Kita

20130825_062531

Ketiga orang itu duduk mengelilingi meja. Semua tampak berusaha untuk bersikap biasa, namun jelas terlihat ada sedikit kekakuan di antara mereka. Damar masih sibuk dengan telepon genggamnya. Kirana menyalakan rokoknya. Elang duduk memperhatikan keduanya dengan rokok yang sudah menyala terselip di jarinya. Semua seolah saling menunggu. Entah siapa yang seharusnya memulai…

Continue reading Finale – Damar, Elang dan Kirana: Semua Tentang Kita

Damar dan Elang: Tentang Damar dan Kirana

black canyon coffee

Dua orang laki-laki itu duduk berhadapan. Hening. Hanya ada suara angin yang menyapa rumpun bambu di belakang mereka. Keduanya saling menatap, seolah ingin saling bertahan dalam diam. “So…?” Elang akhirnya memecah kebekuan di antara mereka, “Here I am… ada apa lagi sekarang?” katanya sedikit malas. “Aku tidak tahu harus mulai dari mana…” ujar laki-laki yang duduk di depannya sambil menunduk. Elang meraih kotak rokoknya dan menyalakan sebatang, “Dari mana saja lah… Bebas, Mar…” jawabnya.

Continue reading Damar dan Elang: Tentang Damar dan Kirana

Elang dan Kirana: Tentang Damar dan Kirana

Yoga_1

Elang menatap Kirana lekat-lekat. Perempuan itu duduk dengan pandangan menerawang. Rokok di tangan kanannya, buku di tangan kirinya. Abu rokok sudah panjang, tapi perempuan itu seperti tak berniat untuk melakukan apa-apa. “Ra…” Elang memanggil sambil menyodorkan asbak. “Hmmm??” Kirana seperti terbangun dari mimpi, “Abunya… sini.” kata Elang lagi. Seperti robot, Kirana menuruti perintah Elang dan menjentikkan abu rokoknya di atas asbak. “Is everything alright?” tanya Elang. Kirana membalas tatapan Elang, “I don’t know, El…” jawabnya lesu. “Hmmm… apa pertemuanmu dengan Damar tidak berjalan dengan baik?” tanya Elang lagi. “Considerably…. fine.” ujar Kirana lagi, “Tapi aku jadi merasa bersalah sekarang…” Elang mengernyitkan dahinya, “Lho? Memangnya kenapa, Ra?” Kirana menghela nafasnya dengan berat. “Sepertinya aku masih cinta, El…” ujar perempuan itu dengan mata berkaca-kaca.

Continue reading Elang dan Kirana: Tentang Damar dan Kirana