Tag Archives: #NayakaDanDrupadi

[Epilog] : I Shall Never See You Again….

“Naya… ada apa? Sejak kemarin kamu ada denganku tapi pikiranmu entah ada di mana…” suara perempuan itu membangunkan Nayaka dari lamunannya. Arimbi. Nayaka menoleh dan tersenyum kecil. “Maaf, sayang…” ujarnya pelan. Sudah berapa lama kah aku termangu tanpa sadar di mana aku berada? – laki-laki itu membatin sendiri. Arimbi menatapnya dengan sorot mata penuh kekhawatiran. “Kenapa kamu tidak mau bercerita padaku?” tanya Arimbi sedikit mengeluh. Nayaka hanya tersenyum lagi. “Karena tidak ada yang perlu diceritakan…” jawabnya. “Aku hanya sedikit lelah. Banyak pekerjaan yang belum tuntas di kantor.” Lanjutnya lagi. Arimbi tersenyum, “Jangan terlalu dipikirkan. Ini ‘kan akhir pekan…” ujar perempuan itu sambil menggenggam jemari laki-laki itu. Nayaka mengangguk.

Continue reading [Epilog] : I Shall Never See You Again….

[Finale] : Tak Ada Kebetulan…

Siang itu Nayaka mencoba menghubungi Drupadi berkali-kali. Dia ingin menyampaikan kabar gembira. Kabar bahwa dia sedang dalam perjalanan pulang. Pulang kepada Drupadi, seperti yang dulu dijanjikannya. Dan sebagaimana janjinya pula, kali ini dia tak akan pernah pergi lagi. Nayaka ingin melewatkan waktu sebanyak-banyaknya dengan Drupadi.

Continue reading [Finale] : Tak Ada Kebetulan…

Kejutan Kecil

Drupadi masih sibuk membereskan pekerjaannya ketika pintu rumahnya diketuk. Perempuan itu serta merta menghentikan kegiatannya, lalu beranjak untuk membuka pintu. Jantungnya nyaris berhenti ketika melihat sosok yang berada di ambang pintu. Nayaka. Drupadi memeluk laki-laki itu erat-erat. “I knew you’d come back to me, Naya!” bisiknya sambil terus memeluk laki-laki itu. Nayaka membalas dekapan Drupadi tak kalah eratnya. “I miss you so much, Dru…” ujarnya di telinga Drupadi.

Continue reading Kejutan Kecil

Lewat Tiga Purnama

Drupadi menatap matahari yang terbenam. Senja di laut. Senja dan matahari terbenam selalu bisa memberikan kedamaian baginya. Tiba-tiba kedamaian itu terganggu dengan rasa sakit yang menjalari kepalanya. Drupadi memejamkan matanya. Nayaka, sedang apa kamu…? – perempuan itu membatin sendiri. Sudah lewat tiga purnama, tapi belum juga ada tanda-tanda bahwa laki-laki itu akan segera menemuinya. Drupadi sudah nyaris putus asa. Sudah hampir berhenti berharap.

Continue reading Lewat Tiga Purnama