Tag Archives: Memories

Lewat Setengah Dekade

Ada hening lebih dari setengah dekade di antara keduanya. Senyap yang pekak, dipenuhi berbagai asumsi, rindu, jengah serta khawatir. Ada pertemuan-pertemuan tak terduga yang terjadi tanpa rencana. Momen-momen di mana keduanya merasa kikuk menghadapi satu sama lain meski rindu membuncah. Ada perjuangan untuk tetap bersikap normal dan santai meski jantung berdegup kencang seolah hendak melompat keluar. Lebih dari setengah dekade, mereka membiarkan semuanya tanpa penjelasan. Membiarkan pertanyaan menggantung tanpa jawab dan kepastian…

Continue reading Lewat Setengah Dekade

Advertisements

Like I’m Gonna Lose You…

Kita tidak pernah berdansa bersama. Entah kenapa, mungkin karena kita memang tak pernah saja. Kita lebih sering berbincang tentang banyak hal. Berdiskusi tentang hal-hal remeh hingga yang berat. Bentuk hiburan kita adalah berdiskusi atau nonton film. Tapi kamu tak pernah benar-benar tahu apa yang sebenarnya berlarian di dalam rongga kepalaku. Kamu tak pernah benar-benar tahu apa yang aku inginkan atau aku pikirkan. Kamu tak pernah benar-benar tahu apa yang aku takutkan setiap harinya….

Continue reading Like I’m Gonna Lose You…

Siang Yang Terik dan Malam Yang Teduh

Aku tak suka siang hari. Matahari terlalu terik dan sinarnya menyakitkan mataku. Pernahkah kamu mencoba untuk menatap matahari? Sinarnya akan membutakanmu dan membuatmu sakit kepala. Berbeda dengan bulan yang sinarnya redup dan teduh. Kamu bisa puas menatapnya sepanjang malam. Malam memberiku kesejukan sementara siang hanya membagi rasa gerahnya saja. Tak lebih.

Continue reading Siang Yang Terik dan Malam Yang Teduh

2 Tahun 8 Hari

Hari ini genap 2 tahun 8 hari sejak kepergianmu, Lan. Tapi kamu masih tetap ada dalam kenanganku. Duka memang sudah berlalu, tapi tidak ada hari yang terlewati tanpa aku mengingatmu. Seorang teman bertanya padaku, apa yang aku rasakan ketika kamu pergi. Dan aku harus menjalani kembali memori ketika aku mendengar kabar itu. Ya, Lan… aku memang sedih waktu itu, tapi aku lebih banyak merasa lega karena kamu tidak lagi didera rasa sakit. Nafasmu tak lagi berat setiap kali kamu melangkah. No more pain. Bukankah begitu, Lan?

Continue reading 2 Tahun 8 Hari