Tag Archives: Rongga Kepala

Biru [part 6]

Biru, kamu masih mengisi sudut jiwaku. Apa kabar kamu yang menggenggam rinduku? Sudahkah kamu memikirkanku hari ini? Sudahkah kamu menginginkanku hari ini? Apakah aku melintas barang satu-dua kali dalam pikiranmu? Ataukah kamu masih sibuk dengan pikiranmu sendiri?

Biru, aku rindu kamu. Tapi kamu masih tersesat dalam rongga kepalamu sendiri yang serupa labirin. Sungguh, aku ingin sekali bisa memetakan isi kepalamu. Sungguh, aku ingin sekali bisa memahami setiap lekuk liku labirin pikiranmu. Sungguh, aku ingin sekali bisa membantumu mengurai pikiranmu yang kusut. Tapi bagaimana kamu bisa menuntunku masuk, sedangkan kamu sendiri tersesat di dalamnya….

Biru, rindukah kamu padaku? Sedikit saja….?

Kamu dan Kamu

Aku duduk di dalam ruangan serba putih¬†ini dengan buku sketsa di tangan. Sudah cukup lama aku duduk menyelesaikan gambarku ketika kamu masuk. Kamu dengan kaos hitammu menjadi sangat kontras dan tajam di dalam ruangan ini. Aku mengangkat kepalaku ketika mendengar langkah kakimu mendekat. Kamu tersenyum kecil, mengecup kepalaku, mengusapnya sedikit lalu menghampiri rak buku. Aku memperhatikanmu dalam diam. Kamu yang juga dalam diam, sibuk memilih buku yang berderet di rak itu. Pandanganmu menyapu setiap judul yang ada, lalu menarik salah satu. Entah buku apa, aku tak bisa melihat. Lalu kamu duduk dan mulai membaca. Tak ada sapa. Tak ada panggilan sayang untukku. Hening….

Continue reading Kamu dan Kamu

Bising

035c6d27b351fed5fbb33506fca54fa0

Rongga kepalaku bising. Ada berbagai macam pikiran yang berlarian dengan liar di dalamnya sambil menjerit-jerit. Membuatku limbung dan terlempar keluar dari orbitku sendiri. Fire cracker, fire cracker. Shoot me up into your fractures. Sebuah mantra kecil menggema di sepanjang dinding, meresap masuk lewat semua celah dan ceruk yang terbuka. Mengisi setiap relung yang kosong. Bising.

Continue reading Bising

Jangan Tangisi Kedatanganku

Aku menatap sosok yang duduk di hadapanku. Dia tak seseram yang sering diceritakan orang-orang. Menurutku, justru dia cenderung melankolis dan sendu, bahkan terkesan tenang dan damai. Tak terlihat kesan garang dari raut wajahnya yang teduh. Lalu kenapa orang-orang begitu takut bertemu dengannya? Aku sungguh tak mengerti….

Continue reading Jangan Tangisi Kedatanganku