Tag Archives: IMADIT

Rasa Lasa

Pada suatu ketika, kata-kata memiliki makna. Dibaliknya selalu bersembunyi sebilah pisau tajam yang siap melukaiku. Pada suatu ketika, tubuh ini penuh dengan luka dari setiap kata yang terucap. Luka di atas luka. Darah di atas darah. Adalah sesuatu yang memaksaku untuk merasa ‘hidup’. Sakit adalah pertanda bahwa aku masih hidup dan memiliki rasa. Maka aku bersujud dan bersyukur setiap kali aku merasakan sakit.

Continue reading Rasa Lasa

Advertisements

Lepaskan Genggamanmu, Invidentia!

Malam ini langit cerah dan bersih. Bintang bertebaran, udara sejuk dan angin berhembus pelan. Kita terbaring di atas rumput, menatap langit yang bertabur bintang. Tak ada suara apapun selain desir angin yang menerpa dedaunan dan detak jantungku. “Damai itu sederhana ya? Cukup dengan begini saja rasanya sudah damai…” kamu berujar memecah sunyi. Aku menoleh, pandanganmu lurus ke langit tapi bibirmu menyungging senyum. Aku tertular. Ikut tersenyum.

Continue reading Lepaskan Genggamanmu, Invidentia!

Dua Kubu Satu Jiwa

Aku seringkali merasa ada dua kubu dalam jiwaku. Invidentia dan Desidero sering berkomplot dengan Ira, sementara Miseria duduk di sudut hati yang gelap bersama Afflictus dan Tristitia. Tapi jangan salah, kedua kubu ini sama sekali tidak saling berlawanan. Seringkali pada akhirnya keduanya saling mendukung.

Continue reading Dua Kubu Satu Jiwa