My Death Wish

Kematianku adalah pernikahanku dengan keabadian

Begitu yang dituliskan oleh Rumi. Dan aku setuju. Kalimat itu terpatri di dalam rongga kepalaku, tak bisa pergi dan selalu terngiang setiap saat. Tak ada yang salah dengan kematian. Maka tak ada yang salah jika aku membuat beberapa permintaan, bukan?

Ini permintaanku ketika aku mati:

  1. Donasikan semua organ tubuhku yang masih baik kepada ODHA yang membutuhkan.
  2. Kremasikan jasadku, lalu taburkan abunya di laut atau gunung ketika hari menuju senja.
  3. Jangan datang ke acara memorialku dengan menggunakan pakaian hitam.
  4. Putarkan “The Spirit Carries On” dari Dream Theater, “Wake Me Up When September Ends” dari Green Day, “Glorious Day” dari Embrace,  “Mengenangmu” dari Kerispatih, “Sempurna” dari Andra and The Backbone, “Beautiful Ride” dari OST Walk Hard, “Closer To The Edge” dari 30 Seconds To Mars, “Full Moon Blues” dari Slank, “It’s My Life” dari Bon Jovi,
  5. Pasanglah bunga mawar putih dan/atau lily putih di rumahmu selama seminggu penuh, karena aku ingin kamu terkenang akan diriku setiap kali melihat dan mencium wangi bunga mawar dan lily putih.
  6. Jangan membuat acara memorial yang mengusung unsur kesedihan. Buatlah sebuah pesta di mana semua orang datang untuk merayakan hidupku yang berwarna, bukan mengenang kematianku.
  7. Ceritakan lelucon dan hal-hal yang menyenangkan atau menyebalkan tentang diriku. Jangan ceritakan hal-hal yang menyedihkan karena aku tidak ingin dikenang dalam kesedihan.
  8. Jangan ada air mata yang berlebihan. Tersenyum dan tertawalah karena kamu tahu aku telah menjalani hidup yang sangat berwarna… dan karena kamu juga telah ambil bagian di dalamnya.
  9. Pasang bunga mawar putih dan/atau lily putih di setiap hari ulang tahunku, peringatan kematianku, Valentine’s Day  dan AIDS Candle Light Memorial Day bulan Mei.
  10. Kenang aku setiap kali hujan turun atau ketika kamu memandang matahari yang terbenam.
Advertisements

One thought on “My Death Wish”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

A mind's sanctuary, a soul's hideaway

Project: Road Trip for Life

Bukan perjalanan liburan!

EpiestGee

Jejak

Life Journey

/story of my life/travel/poetry/photography/stories

paroleparole

Love is power! Love is truth! Love is endless! Love is your forgiveness! Love is your sacrifice! Love is your faith! Love is your trust! Love is your hope! - Touch, Downset, Do We Speak a Dead Language?

RINTIHAN PAGI BISIKAN SENJA

pada segalamu, cinta tak kutakar lagi.

AboeRedBLaCk

AboeRedBLaCk

dudeinheels

Complicated Mind in Words

Penikmat Dosa

Maafkan hamba wahai Tuan Penyair, kuluapkan beberapa dosa kecil di dalam syair ini ...

RamssesKids

ketika kesendirian dan kematian adalah teman yang lebih baik

cavelier

cave for (a) liar, little fact about me...ini hanya tentang diriku

Rose of Durga

The Real Life is The Afterlife

The Two Seasons

Season that always change...

aksararaska

sesuatu yang tertuang dalam huruf, kata, kalimat dan menjadi berbagai makna

Ratri Pearman

a.k.a Suksma Ratri

%d bloggers like this: