Category Archives: Silent Madness

Senyap

Semesta hening. Hanya rongga kepalaku yang masih terus bising. Sekelilingku begitu senyap. Hanya rongga jiwaku yang bergejolak, mengaduk berbagai macam rasa yang melebur jadi satu. Aku mengedipkan mataku beberapa kali di depan cermin, sekedar untuk memeriksa apakah ada yang akan terjatuh dari situ. Tak ada. Padahal rongga jiwaku sudah basah sejak lama oleh tangis yang merembes lewat celah dan retakan yang ada. Tangis tanpa suara. Tangis tanpa air mata. Tangis yang tak pernah aku tahu apa penyebabnya.

Continue reading Senyap

Elang dan Kirana: Babak Baru

Kirana menebar pandangannya sambil berjalan keluar dari pintu kedatangan internasional. Dia mencari sosok yang menjemputnya. “Ra!!!” tiba-tiba sebuah suara memanggil. Kirana mencari sumber suara itu. Seorang laki-laki berbadan tinggi melambai penuh semangat. Seketika itu pula senyuman di wajah Kirana merekah lebar. “El!!!” panggilnya sambil bergegas berjalan mendekat. Keduanya saling berpelukan erat.

Continue reading Elang dan Kirana: Babak Baru

Membunuh Sepi

20-eye-tears-drawing

Aku pernah menyeduh sepi dan membunuh rindu. Tapi sudah lama sekali aku melakukannya. Aku menyeduh sepi bersama malam yang pekat, lalu aku membunuh rindu karena dia selalu datang tanpa permisi, tanpa basa-basi dan tak tahu waktu. Meski begitu, rindu dan sepi selalu tumbuh kembali. Seperti ekor cicak yang tumbuh lagi sehabis dipotong. Mereka selalu kembali… kembali…. dan kembali lagi.

Continue reading Membunuh Sepi