Tag Archives: #PerkaraSakit

Jangan Tanyakan

Udara sarat menyuarakan kebisuan di tengah badai. Aku setengah tercekik menanti sapa. Sudah berapa lama? Entah lah. Aku sepertinya telah kehilangan hitungan. Lalu aku membiasakan diri bermain dalam senyap. Bergandeng tangan dengan sepi yang senantiasa memelukku mesra. Lebih mesra dan lebih hangat dari pelukmu yang dulu…

Continue reading Jangan Tanyakan

Advertisements

Memenggal Rasa

Aku duduk diam-diam sendirian. Meresapi kesunyian yang terselip di antara setiap caci makimu. Mencoba mencari sebait kedamaian dalam prahara yang bergelora. Bukan kedamaianmu. Kedamaianku sendiri. Betapa pun sakit hatiku mendengar kata-kata yang berhamburan tanpa arah darimu, namun betapa janggalnya ketika aku mendapati secarik kedamaian di antara “Mati saja kamu, pelacur!” yang terucap dengan mantap dari mulutmu. Seseorang yang berulang kali menyatakan cintanya padaku, lalu berulang kali mengusirku pergi untuk kemudian dihentak kembali.

Continue reading Memenggal Rasa

Telaga Air Mata

Dengarlah sayangku, aku memang tak pernah menyelipkan namamu di dalam doa-doaku karena aku tak pandai berdoa. Tapi yang pasti, abstraksimu terselip rapi dalam setiap butir air mata yang terjatuh dan menggenang menjadi sebuah telaga. Tak hanya namamu yang terselip di sana, tapi seluruh abstraksi tentangmu.

Continue reading Telaga Air Mata