Tag Archives: Dark Corner

Senyap

Semesta hening. Hanya rongga kepalaku yang masih terus bising. Sekelilingku begitu senyap. Hanya rongga jiwaku yang bergejolak, mengaduk berbagai macam rasa yang melebur jadi satu. Aku mengedipkan mataku beberapa kali di depan cermin, sekedar untuk memeriksa apakah ada yang akan terjatuh dari situ. Tak ada. Padahal rongga jiwaku sudah basah sejak lama oleh tangis yang merembes lewat celah dan retakan yang ada. Tangis tanpa suara. Tangis tanpa air mata. Tangis yang tak pernah aku tahu apa penyebabnya.

Continue reading Senyap

Advertisements

Menanti Senja

Sudah berapa hari ini senja tak kunjung datang. Entah kenapa, aku tak tahu. Mungkin dia bosan menemaniku bersetubuh dengan lembayung. Atau mungkin juga dia enggan menatap mentari menenggelamkan tubuhnya dengan gaya sok dramatis. Meski begitu, aku masih tetap menantinya. Menanti senja yang tak kunjung datang. Menanti senja yang sepertinya sedang merajuk seperti gadis muda yang berkalung rindu…

Continue reading Menanti Senja

Russian Roulette

Ada sebait kata-kata bijak yang berbunyi, “There is no limit. You can do whatever you want as long as you believe in yourself.” Benarkah begitu? Mungkin untuk sebagian konteks, kata-kata bijak ini bisa diterapkan. Tapi tidak untuk laki-laki itu. Tidak pula untukku. Bagiku memahami dan menerima bahwa sebagai manusia aku punya keterbatasan, adalah hal yang penting.

Continue reading Russian Roulette