Category Archives: Broken

Rasa Lasa

Pada suatu ketika, kata-kata memiliki makna. Dibaliknya selalu bersembunyi sebilah pisau tajam yang siap melukaiku. Pada suatu ketika, tubuh ini penuh dengan luka dari setiap kata yang terucap. Luka di atas luka. Darah di atas darah. Adalah sesuatu yang memaksaku untuk merasa ‘hidup’. Sakit adalah pertanda bahwa aku masih hidup dan memiliki rasa. Maka aku bersujud dan bersyukur setiap kali aku merasakan sakit.

Continue reading Rasa Lasa

Sudah… 

Senja yang muram. Mendung begitu berat menggantung di langit. Ada jarak di antara setiap kata yang saling kita lontarkan. Muram. Semuram senja yang dipenuhi mendung. 

Baru kali ini kita berbincang dengan penuh ketenangan dan kepala dingin. Tanpa kemarahan, meski ada sedikit getir di sana-sini. Kenapa kita begitu tenang membicarakan tentang perpisahan? Mungkin ini pertanda cinta sudah mati. 

Sudah… Sudah cukup. Sudahi saja… 

Semesta, Kau Membuatku Patah Hati….

Aku tegak seorang diri di atas bukit ini. Senja baru saja turun, lembayung masih menyisakan semburat jingganya di langit. Biasanya aku akan rebah di rumput sambil menatap langit yang berganti warna. Tapi kali ini aku tak bisa menikmati semua ini. Sekelilingku penuh dengan bara dan sekam.

Continue reading Semesta, Kau Membuatku Patah Hati….