Category Archives: Broken

Di Antara Senyap

Kita berdua berdiri di antara senyap. Saling memandang, tak bisa saling menggenggam. Saling menatap, tapi tak mampu saling memanggil. Senyap ini terlalu tebal. Sia-sia aku mencoba untuk merobeknya. Bukan senyap yang koyak, tapi malah hatiku sendiri yang robek, dan kamu tetap diam bergeming di seberang sana tanpa bisa aku gapai. Kamu menatapku. Aku masih bisa merasakan hangatnya detak jantungmu yang pernah dekat di dadaku. Tapi itu dulu…

Continue reading Di Antara Senyap

Advertisements

Rasa Lasa

Pada suatu ketika, kata-kata memiliki makna. Dibaliknya selalu bersembunyi sebilah pisau tajam yang siap melukaiku. Pada suatu ketika, tubuh ini penuh dengan luka dari setiap kata yang terucap. Luka di atas luka. Darah di atas darah. Adalah sesuatu yang memaksaku untuk merasa ‘hidup’. Sakit adalah pertanda bahwa aku masih hidup dan memiliki rasa. Maka aku bersujud dan bersyukur setiap kali aku merasakan sakit.

Continue reading Rasa Lasa

Sudah… 

Senja yang muram. Mendung begitu berat menggantung di langit. Ada jarak di antara setiap kata yang saling kita lontarkan. Muram. Semuram senja yang dipenuhi mendung. 

Baru kali ini kita berbincang dengan penuh ketenangan dan kepala dingin. Tanpa kemarahan, meski ada sedikit getir di sana-sini. Kenapa kita begitu tenang membicarakan tentang perpisahan? Mungkin ini pertanda cinta sudah mati. 

Sudah… Sudah cukup. Sudahi saja…