Dari Sudut Kesadaranku

Aku rindu kamu. Aku seperti sosok tanpa jiwa. Mungkin karena hati dan jiwaku telah kau genggam. Aku merasa hampa. Ada sesuatu yang hilang. Mungkin terbawa olehmu. Matahari tak lagi bisa hangatkan rongga jiwaku yang dingin karena sepi. Namun kadang aku juga dapat merasakan kehadiranmu. Aku dapat merasakan keberadaanmu di mana-mana. Saat aku memandang langit malam, di sana ada matamu mengawasiku. Menemaniku ke mana pun aku pergi. Menjagaku. Memberikan rasa aman dan menghapus rasa sepi yang melandaku.

#

Namun kali ini ada sedikit perbedaan. Aku sedang berada di titik terendah. Aku merasa kau hilang dari denyut-denyut nadiku. Hilang dari dalam aliran darahku. Saat aku memandang langit malam ini, semuanya terlihat begitu kelam. Aku tak dapat menemukan matamu di sana. Aku tak bisa merasakan pelukanmu lewat angin yang bertiup. Aku benar-benar sendirian. Di manakah kamu….?

#

Aku lewati malam yang jauh darimu dengan ribuan ragu dan tanya dalam hati. Apa yang kau berikan sungguh terasa manis dan indah, namun terasa begitu semu. Hanya kemayaan belaka. Aku tak ingin mencari kepastian denganmu, karena kita tak punya masa depan bersama. Tapi aku juga takut terlena dan terseret pusaran cintamu. Pusaran yang bisa menghilangkan kesadaran jiwaku atas hati dan perasaanku. Aku harus tetap terjaga, agar hatiku tak koyak. Aku tak tahu, sebesar apa cintamu padaku. Aku juga tak tahu, sedalam apa hatiku terjatuh untukmu. Hingga aku tak tahu, seberapa sakit nantinya aku, saat semua ini berakhir.

#

Aku tak mau memikirkan “akhir”, tapi apakah aku akan tetap seperti ini? Aku takut, kalau-kalau aku tak lagi mampu memelihara kemurnian rasa yang ada. Aku harus benar-benar terjaga agar bisa terus menjaga komitmen yang kita bangun bersama. Apakah ini cinta….? Aku tak tahu. Aku hanya ingin nikmati semuanya selagi bisa….

#

Haruskah aku sudahi semuanya?

Haruskah aku berhenti di sini?#

Terlambatkah aku untuk berhenti?

Kuatkah aku untuk terus berjalan?

Aku sungguh kehilangan daya……

#

When missing someone isn’t the sweetest part of life….

saat rapuh datang merengkuh,

hanya namamu yang bersinar

tepat di sudut kesadaranku

dan tetaplah seperti ini

sampai kapan pun….

[Originally posted in Morbid Angel’s Blog]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s