Di Antara Senyap

Kita berdua berdiri di antara¬†senyap. Saling memandang, tak bisa saling menggenggam. Saling menatap, tapi tak mampu saling memanggil. Senyap ini terlalu tebal. Sia-sia aku mencoba untuk merobeknya. Bukan senyap yang koyak, tapi malah hatiku sendiri yang robek, dan kamu tetap diam bergeming di seberang sana tanpa bisa aku gapai. Kamu menatapku. Aku masih bisa merasakan hangatnya detak jantungmu yang pernah dekat di dadaku. Tapi itu dulu…

Continue reading Di Antara Senyap

Advertisements

Genangan Waktu

Hujan biasanya menumbuhkan rindu. Memicu pikiran dan kenangan tentangmu. Tapi hujan petang ini berbeda. Meski derasnya masih sama, kepalaku tak penuh oleh abstraksimu. Meski suara rinainya yang jatuh masih menenangkanku, pikiranku tak lagi melayang padamu.

Continue reading Genangan Waktu

Jangan Jenuh Merindu

Ada hening di antara kamu dan aku. Senyap yang berkarat karena entah sudah berapa lama diam tak bergerak dalam ruang kedap suara itu. Kita berjarak. Bukan karena jarak, melainkan karena senyap. Lalu satu per satu helai rindu mulai berguguran. Ada yang berganti dan ada yang mengering lalu mati begitu saja. Aku menghela nafas panjang di sela letih yang mendera. Ah…. mungkin kamu sudah jenuh merindu.

Continue reading Jangan Jenuh Merindu