Badai Di Atas Pelangi

Ada pelangi yang nyaris melingkar sempurna di puncak bukit itu. Berlatar langit biru, warna-warnanya sungguh memukau. Aku terpana melihatnya. Nyaris sempurna! Aku belum pernah melihat pelangi yang begitu mendekati kesempurnaan. Di bawah lengkungnya tergores banyak cerita manis. Tentang cinta. Tentang pencarian. Tentang rindu yang manis. Tentang pertemuan dua jiwa. Tentang hati. Tentang kasih. Tentang banyak hal yang indah.

Aku membaca semua cerita itu satu per satu. Semuanya begitu intens seolah berpacu dengan waktu yang pernah hilang. Seolah ingin mengejar semua yang terlewat. Seolah ingin segera memenuhi bejana waktu yang baru. Begitu riuh dan penuh gairah. Tak sedetik pun terlewati tanpa cerita baru. Selalu ada yang muncul di setiap helai waktu yang berjalan terus. Terus…. dan terus begitu… Selalu ada gelora di setiap sudut cerita. Begitu hangat. Begitu berwarna.

Namun kemudian aku melihat mendung membayangi tepi terluar lengkung pelangi yang nyaris sempurna itu. Kelabu. Dingin. Masih ada banyak cerita yang tergores di atas lengkung itu. Tapi tak lagi berwarna cerah. Meski ada warna biru milik langit yang masih mengintip di sana-sini, kelabu tetap mendominasi. Aku meneruskan membaca cerita-cerita yang tergores di sana, sementara mendung semakin kelabu. Sebentar lagi badai tiba…

Ada banyak cerita tentang rindu yang tertahan. Rindu yang melahirkan rasa sakit. Rindu yang kelabu. Rindu yang berjarak. Rindu yang sedikit beku. Rindu yang dingin menggigit. Ada cerita tentang gelisah yang mengisi tiap helai waktu yang berjalan lambat. Cerita tentang tangis-tangis tanpa air mata yang jatuh di dalam hati. Semuanya begitu kelabu dan gelap. Segelap awan yang bersiap melahirkan badai.

Lalu tiba-tiba angin datang berderu-deru. Badai datang bersama hujan deras. Badai di atas pelangi. Mungkin hujan deras ini adalah curahan air mata yang selama ini tertahan. Mungkin badai ini mengantarkan sederet tanya-tanya tak berjawab yang melahirkan kegelisahan dalam jiwa. Aku berlari ke tepi untuk berteduh, meninggalkan cerita-cerita yang belum lagi selesai aku baca, sambil berharap badai akan segera berlalu dan langit kembali biru…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s