Menggerus Rindu

Waktu memang tak pernah sopan. Dia mencuri kebersamaan kita dengan seenaknya. Ketika kita bersama, dia berlari kencang hingga kita kehabisan nafas. Ketika kita berjauhan, dia berjalan dengan santai bahkan sesekali berhenti. Waktu tak pernah peduli pada apa yang kita inginkan. Dia tak mau tahu tentang apa yang kita mau. Waktu itu egois!

Lalu dia akan menyodorkan rindu kepada kita. Sialnya, kita selalu termakan oleh umpan yang satu ini. Rindu datang tanpa permisi. Mengisi celah-celah jiwa kita yang kosong gara-gara ulah waktu yang enggan berkompromi. Mungkin dia kira rindu bisa mengisi hampa yang sesak. Padahal yang dilakukannya justru mengikis dinding jiwa kita hingga semakin kosong.

Aku rindu. Tapi waktu menyibukkanmu dengan sederet kegiatan yang membuatmu lupa padaku. Aku rindu. Tapi waktu mengalihkan perhatianmu pada hal lain. Aku rindu. Tapi waktu memaksamu untuk pergi tidur.

Waktu memaksaku menggerus rindu sendirian. Padahal aku hanya ingin teman bicara saja. Ah, mungkin kamu sudah bosan berbincang denganku. Mungkin juga waktu di tempatmu tak sama dengan waktuku. Entah lah… Yang aku tahu hanyalah aku di sini menggerus rindu. Sendiri.

Advertisements

One thought on “Menggerus Rindu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s