Lacuna

Akan ada saat di mana rindu hanya bersambut rasa semata. Tanpa jumpa atau pertukaran rengkuhan. LACUNA. Itulah saat di mana kita merasakan hampa mendera. Kosong yang sesak dan membuat nafas tersengal karena ada sesuatu yang hilang dari dalam rongga jiwa. 

Lalu kita harus mau berpuas hati meredam rasa lewat kata. Tidur berpelukan dengan abstraksi masing-masing, sambil mengkhayalkan aroma wangi cinta yang penuh racun. Ah, cinta… Racunmu memang terlalu kuat untuk ditawarkan. Tetap dinanti meski seringnya hanya meninggalkan kepedihan. 

Kamulah LACUNA yang mengisi rongga jiwa dengan kekosongan dan kehilangan tentangmu. Hampa ini abadi sampai kamu kembali… 

Advertisements

One thought on “Lacuna”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s