Genangan Racun Di Wajahnya

39fc00800008f08d7e5b44f35dfdf781

Aku memperhatikan wajah perempuan itu. Ada racun yang menggenangi wajahnya. Entah dari mana asalnya. Warnanya tak terdefinisi namun begitu pekat, seolah semua kepahitan tertuang di dalamnya. Ada sedikit kesedihan bercampur getir yang memancar dari rona wajahnya. Ah, tentu saja begitu. Siapa yang tak akan sedih jika dilingkari racun seperti dia?

“Tak ada yang abadi…” ujarnya lirih, “Tak pula racun ini. Kelak semua akan musnah…” lanjutnya dengan nada sedikit penuh pengharapan. Bibirnya menyungging senyum pahit saat berkata. Tatap matanya getir, namun dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Aku ikut tersenyum kecil. “Tentu saja semua akan musnah pada akhirnya…” kataku kepadanya.

“Sakit?” tanyaku kemudian. Perempuan itu mengangguk. “Sangat.” jawabnya. “Tapi aku sekarang sudah terbiasa…” ujarnya lagi dengan nada setengah berkelakar. Tak terbayangkan olehku seperti apa rasanya. Mungkin setiap saat dia sebetulnya tercekik di tengah udara. Mungkin juga dia senantiasa merasakan torehan pisau di kulitnya detik demi detik. Toreh yang tak mengeluarkan darah. Sakit yang tak kasat mata. Entah bagaimana otaknya bisa memanifestasikan semua rasa sakit yang tak berbentuk itu untuk bisa dipahami.

Aku menatap racun yang menggenangi wajah perempuan itu. Ingin sekali rasanya aku menghapus semua agar tak lagi melingkari wajahnya. Aku sudah mencoba, tapi racun itu selalu kembali datang. Mungkin racun itu bukan untuk dihilangkan, tapi untuk diberikan penawarnya agar bisa berubah bentuk dan tak lagi menyakiti. Lalu aku tersadar akan sesuatu…. Racun itu bernama Cinta…

Ah, Cinta… apa yang telah kamu perbuat padanya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s