Biarlah…

“Carpe diem, quam minimum credula postero”

Senja hari itu bergegas pergi. Dia meninggalkan selarik cahaya untuk lembayung di pelataran langit. Ketika malam mulai merangsek masuk, lembayung beringsut menepi lalu menghilang di balik kelabunya langit. Aku menatap perubahan yang terjadi sambil menghela nafas panjang. Berapa lama tadi? Entah. Tapi rasanya cepat sekali semua berlalu. Senja yang cantik tiba-tiba telah berganti malam. Hari akan segera berlalu…

Kamu menggenggam tanganku erat. Sebentar lagi hari yang baru akan membawamu pergi dariku. Sama seperti senja membawa pergi lembayung. Sama seperti malam yang menelan senja dalam kepekatannya. Lalu kita berjalan bersisian di tengah udara yang mulai menjadi sejuk. Tangan waktu memang tak bisa dihentikan, tapi aku bisa menikmati semuanya selagi ada. Carpe diem. Seize the day….

“Carpe diem et memento mori”

Biarlah aku nikmati apa yang aku miliki hari ini. Hanya untuk hari ini saja, karena esok adalah kisah yang lain lagi. Aku tahu, setiap kesenangan yang aku rasakan akan selalu berakhir getir. Setiap hari. Setiap saat. Tapi setidaknya biarlah aku merasainya dulu sebelum semuanya tercerabut lagi. Biarlah semua menjadi lingkaran dan pusaran yang terus berputar hingga entah kapan. Carpe diem. Seize the moment. Just for today….

Tapi bagaimana jika esok aku rindu kamu? Ah, sudahlah…. Esok pun belum lagi tiba. Baiknya tak aku pikirkan….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s