Kabut Dalam Rongga Kepalamu

Ada kabut di dalam rongga kepalamu. Aku tersesat di sana ketika mencoba mencari serpihan kenangan tentang kita. Entah di mana kamu sembunyikan mereka. Mungkin juga kamu sudah membuangnya ke sebuah jurang tak berdasar. Kenapa rongga kepalamu harus begitu mengabut? Apa yang kamu sembunyikan dariku?

Aku berjalan tersaruk-saruk, tersandung sisa-sisa rasa yang berserakan di sepanjang rongga kepalamu. Rasa-rasa yang pernah ada itu kini telah mulai membusuk semua. Aku melihat cinta dan rindu mati saling berpelukan. Aku mendapati kesendirian dan kesepian meranggas kekeringan. Aku mencium hawa kecemburuan yang telah menguap dan menyatu dengan kabut yang pekat. Lalu bangkai-bangkai rasa percaya bergeletakan tak bertuan. Rongga kepalamu serupa rimba yang dipenuhi dengan kematian…

Aku masih terus mencoba mencari kepingan kenangan yang pernah kita buat bersama. Aku tak tahu sudah seperti apa bentuknya sekarang. Mungkin berkarat dimakan waktu. Mungkin pula sudah ikut membusuk bersama semua rasa yang bercampur. Lalu tiba-tiba aku melihat sepenggal bayanganku terpantul di salah satu sisi dinding jiwamu. Aku telanjang dengan tubuh penuh luka. Berdiri sendirian. Entah menanti apa…

Ada kabut di dalam rongga kepalamu yang serupa rimba belantara. Lalu ada aku tanpa abstraksi tentangmu lagi, berdiri di antara rasa yang berserakan. Kehilangan kenangan. Kehilangan rasa…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s