KITA (?)

Senja di sini memang tak jingga. Tapi purnama besar dan cantik. Malam yang berawan, dengan angin yang beku mengiringi kata perpisahan yang terlontar tanpa kemesraan.

Mungkin aku mencintai abstraksi tentangmu dan bukan realita tentangmu.

Mungkin aku menolak realita bahwa kamu yang berdiri di hadapanku, bukanlah kamu yang dulu…

Kamu yang ini begitu asing. Tapi kamu pun berkata serupa tentangku.

Lalu siapa yang terasing dari siapa?

 

— London, 25 – 26 November 2015 —

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s