Biru

18402696_10154665286999389_3267134574029707921_n

Biru, warnamu selalu menyelimuti wajahnya yang pucat. Seolah kamu ingin membagi warnamu dengannya agar dia lebih bercahaya. Namun cahaya yang kamu berikan memancarkan aura kesedihan yang kuat. Sehingga dia yang pucat semakin terlihat berbalut kesedihan.

Biru, kenapa warnamu yang teduh juga sering disangkutpautkan dengan kesedihan? Apakah setiap rasa memang memiliki warna? Lalu, mengapa kesedihan harus mengambil dirimu sebagai manifestasinya? Tak bisakah kamu mewakili kehangatan? Lihatlah dia yang berwajah pucat, sekarang bersemu birumu. Rautnya tetap sedih meski teduh dan tenang, tak kalut. Tak inginkah kamu selipkan sedikit ketenangan di sana?

Biru, kamu membuat hatinya melebam dan beku. Keras serupa batu safir. Indah, namun tak bisa dipecahkan. Kamu bilang ini untuk menguatkannya. Tapi kamu juga menghapus empatinya…

Biru, menghangatlah sedikit. Sedikit saja… Untukku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s