Resah

Aku melihat jiwa-jiwa beterbangan di sekitarku. Sebagian berlarian sambil mengambil ancang-ancang untuk lepas landas meretas langit senja. Jiwa-jiwa itu serupa kupu-kupu yang bergerak dinamis kian kemari tanpa arah yang pasti. Entah mencari apa. Entah hendak ke mana. Mereka semua terlihat begitu resah menentukan arah tujuan. Serba tak pasti.

Satu – dua di antara mereka terbang sambil menatapku dengan sorot mata yang tak aku pahami. Minta tolong kah? Mungkin. Tapi untuk apa? Toh mereka tak ada yang mengajakku terbang bersama. Atau mungkin sebenarnya mereka tak ingin terbang? Atau mungkin juga mereka takut terbang! Entah lah. Aku hanya bisa membalas tatapan mereka sambil mengukir seulas senyum.

Jiwa-jiwa yang beterbangan di sekitarku terlihat semakin banyak. Bagaikan sekelompok kupu-kupu yang hendak eksodus namun tak terorganisir. Banyak dari mereka nyaris saling bertabrakan satu sama lain. Berkali-kali aku menjerit tertahan karena beberapa di antara mereka hampir saja saling menabrak. Ah, jiwa-jiwa yang resah… hendak ke mana kah kalian sebenarnya? Mengapa harus terbang jika kalian bisa hinggap?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s