Satu Rentang Lengan dan Segenggam Jemari

Ada satu hal yang aku rindukan setengah mati. Satu rentang lenganmu. Ya. Aku merindu satu rentang lenganmu yang melingkari bahuku erat. Satu rentang yang mampu menghentikan lajunya waktu untuk sesaat. Ke manakah harus aku cari satu rentang lenganmu itu sekarang?

Lalu tiba-tiba aku juga merindu segenggam jemarimu yang bertaut erat di sela jemariku. Rasa hangat yang menjalar dari pagutan jemarimu mengaliri jemariku. Aku tak pernah lagi takut akan terjatuh karena ada kamu yang menggenggamku erat. Tapi ke manakah harus aku cari segenggam jemarimu itu sekarang?

Aku memerlukan satu rentang lenganmu karena aku tak bisa memeluk diriku sendiri. Aku juga selalu memerlukan segenggam jemarimu karena aku tak bisa menggenggam jemariku sendiri agar tak terjatuh. Tahukah kamu akan semua itu?

Lalu aku terbangun karena suara hujan yang menderu malam ini. Dingin. Gelap. Sepi. Sendiri. Tak ada kamu. Tak ada lenganmu. Tak ada pula jemarimu. Tak ada kamu yang menghangatkan jiwaku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s