Suatu Hari…

images (4)

“Suatu hari kamu akan mati, dan dilupakan.” Begitu lah yang aku dengar. Lalu? Semua kenangan akan terhenti begitu saja. Seperti embun beku dini hari yang mencair di bawah sinar matahari, lalu hilang menguap tanpa bekas. Lalu kenapa? Bukankah¬†kematian adalah ilusi yang niscaya akan terjadi? Tak ada yang abadi. Yang abadi hanyalah waktu…

“Kamu tak waras jika menganggapku takut menghadapi kematian!” aku merutuk sedikit. Kamu tertawa mengejekku. Kamu mencebik sambil membuang muka, mungkin berharap aku tak melihat segurat kecewa yang melintas di bola matamu. Aku mengasihani jiwamu yang serupa peti kosong, yang mencari keriaan lewat hinaan dan cacian. Aku mengasihani rongga kepalamu yang kian hari kian dangkal, karena ketika aku tak ada nanti, kamu tak lagi punya tempat untuk mengasah ketajaman mata pisau yang tumbuh dari pangkal lidahmu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s