Lelaki Angin dan Ratu Cahaya [Part 3: Rahasia]

Pada suatu senja…

Perempuan itu duduk di sebuah sudut kedai kopi yang lengang. Di depannya ada seorang perempuan berambut pendek dengan ekspresi wajah cukup serius. Sebuah amplop coklat tergelatak di atas meja, menemani dua cangkir kopi yang masih mengepul. Rajni duduk sambil menggigiti kuku jari tangannya. Wajahnya resah. “Sepertinya aku tidak perlu tahu. Itu privacy-nya, Ras…” Rajni berkata pada Laras yang duduk di depannya. Laras menghela nafas, “Tapi kamu penasaran ‘kan? Kalau tidak, kamu tidak akan tanya aku, Ni.” Jawabnya pada Rajni. Laras benar. Rajni memang penasaran tentang Bayu. Sebab Bayu Kelana yang dikenalnya sudah entah menghilang ke mana. Bayu semakin hari semakin misterius.

“Semuanya ada di dalam amplop ini, Ni. Mendapatkan informasi itu mudah saja, tapi yang perlu kamu pikirkan adalah apa yang akan kamu lakukan setelah kamu mengetahui semua informasi ini?” kata Laras sambil menatap Rajni dengan pandangan penuh arti. Rajni bimbang. “Kalau dia memang ingin aku tahu, tentu dia akan bercerita padaku langsung, Ras….” Rajni masih berusaha menampik, sekedar untuk menguatkan hatinya sendiri. “Betul, Ni. Aku tidak pernah bilang bahwa apa yang kamu tahu ini harus kamu klarifikasi dengannya. Tentu saja bisa jika kamu mau. Tapi kamu juga bisa saja menyimpannya sendiri. Hanya sekedar tahu saja…” Laras menerangkan sambil meraih cangkir kopinya. Rajni semakin gelisah.

Amplop coklat itu tergeletak pasrah di atas meja. Seolah menanti dilucuti dan ditelanjangi isinya. Rajni menimbang-nimbang, mengukur dimensi amplop itu. Tidak terlalu tebal namun cukup signifikan memperlihatkan ada banyak benda di dalamnya. Tebalnya mungkin hanya sekitar 2 cm saja. Seberapa banyakkah dokumen yang bisa ditumpuk hingga 2 cm tingginya? – Rajni membatin sendiri. “Rajni…” Laras memanggilnya sambil menyentuh tangan perempuan itu. Rajni tersentak sedikit, “Eh? Ya, Ras?” jawabnya sedikit tergelagap. “Aku buka ya? Nanti jika kamu merasa cukup dan ingin berhenti, kamu tinggal bilang saja…” ujar perempuan itu disambut anggukan kepala Rajni. Ya, mungkin lebih baik begitu karena menunggu hati mantap untuk memutuskan bisa-bisa hingga hari berganti pun belum ada keputusan yang jelas – Rajni membatin sendiri. Laras tersenyum dan tangannya meraih amplop coklat di atas meja tersebut.

Jemari Laras bergerak lincah membuka segel amplop itu lalu mengeluarkan dan menggelar isinya di atas meja. Ada beberapa lembar kertas fotokopian dan setumpuk foto. Foto-foto Bayu Kelana. Rajni meraih lembaran kertas yang paling dekat dengannya. Ada nama Bayu tertera di sana, ditulis dengan tulisan tangan lalu ada sederet nama kota atau nama tempat yang berjajar di bawahnya. Entah apa maksudnya. Hampir semua nama kota besar di Indonesia tercantum. Kemudian ada pula sederet nama orang di lembar berikutnya. Sebagian besar nama itu tak dikenal Rajni, hanya ada beberapa yang dikenalnya sebagai pengusaha besar. Beberapa nama itu dilingkari, beberapa dicoret dan beberapa digarisbawahi. “Kamu ingin tahu, maksudnya apa?” tanya Laras tiba-tiba. Rajni menggeleng cepat, “Tidak perlu, Ras. Bukan urusanku…” jawabnya. “Itu bagian dari pekerjaannya, Ni. Aku hanya ingin bilang itu saja.” Sambung Laras dengan pandangan bersimpati. Rajni tersenyum kecil sambil mengangguk sambil melempar pandangan berterima kasih kepada Laras.

Selesai dengan lembar-lembar kertas tadi, Rajni mengalihkan pandangannya ke tumpukan foto yang ada di depannya. Jemarinya mengacak tumpukan itu. Sebagian besar foto adalah foto Bayu. Ada yang memang diambil dengan sengaja, tapi banyak pula foto yang diambil secara candid. Namun ada beberapa foto yang menarik perhatian Rajni. Mungkin ada sekitar 5 atau 6 buah foto di mana Bayu terlihat dipeluk mesra oleh seorang perempuan. Lalu ada pula foto di mana mereka Bayu memangku seorang anak perempuan yang sudah cukup besar, mungkin usia SD kelas 4 atau 5, dan seorang gadis remaja berdiri merangkul perempuan yang sedang menggelayut mesra di bahu laki-laki itu. Dahi Rajni sontak berkerut. Dipisahkannya foto-foto itu sambil matanya terus mencari foto lain. beberapa foto lainnya adalah foto-foto Bayu dalam kegiatan touring sebuah klab motor besar. Kemudian ada pula foto-foto perayaan ulang tahun Bayu di sebuah kafe. Di tengah keramaian teman-temannya yang berfoto bersama, selalu ada perempuan yang sama di setiap foto, menggelayut mesra di lengan laki-laki itu. Hanya ada satu foto di mana Bayu berpose sendirian. Laki-laki itu tersenyum lebar berfoto sambil memamerkan kue ulang tahun bertuliskan “Happy Birthday to My Husband with Love”. Jantung Rajni seolah hendak melompat keluar dari rongga dadanya. Husband??? What the hell is going on, Bay?  – perempuan itu mencaci dalam hati.

“Adriana…” tiba-tiba Rajni mendengar Laras berkata. “Eh?” Rajni menoleh dan memandang Laras dengan tatapan tak mengerti. Perempuan itu tertawa kecil, “Perempuan ini, Adriana namanya. Istri dari Bayu Kelana, Ni…” paparnya sambil menyodorkan foto Bayu yang sedang dipeluk mesra. Rajni terdiam sejenak. “Mereka masih bersama hingga hari ini…” Laras menyambung penjelasannya. Rajni mencoba untuk mencerna informasi yang diterimanya perlahan. Laras meneruskan, “Mereka tinggal di…” namun belum selesai bicara Rajni sudah memotong, “Cukup, Ras! Aku tidak perlu tahu lebih jauh.” ujar perempuan itu sambil menyunggingkan seulas senyum yang dipaksakan. tangannya membereskan lembar-lembar kertas dan foto yang terserak di depannya lalu memasukkannya ke dalam amplop. Laras mengangkat bahu tanda maklum. “Baiklah. Kamu simpan saja semua ini. Jika perlu informasi lain, kabari aku.” ujarnya sambil berdiri dan beranjak meninggalkan Rajni yang masih termangu di kedai kopi itu sendirian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s