Senyap Yang Penuh Kata-kata

Entah sejak kapan aku akhirnya berdiam dalam hening. Membiarkan senyap meneriakkan semua rasa yang teraduk jadi satu di dalam rongga jiwa. Kecewa. Angkara. Cemburu. Rindu. Frustrasi. Sedih. Bingung. Pengharapan. Penantian. Putus asa. Sakit. Sepi. Hampa. Hanya senyap yang mampu mengutarakan semuanya. Hanya senyap yang bisa menceritakan kisah di balik sesungging senyum dan anggukan kecil yang seolah sudah menjadi jawaban otomatis. Hati sepertinya sudah tak lagi diberi kuasa untuk berpendapat. Rasa seolah tinggal menjadi abstraksi masa lalu yang tak terdefinisi lagi.

Senyap tiba dengan sejuta kata dan rasa. Jutaan kata tentang rasa yang tak tersampaikan dalam suara. Aku yang diam-diam menghapus air mata yang jatuh jika kamu tak ada, akan selalu menyunggingkan seulas senyum setiap kali berhadapan denganmu karena itu lah yang kamu harapkan dariku. Maka aku menitipkan semua rasa dan kata pada senyap. Memintanya untuk menebar semuanya di langit malam ketika pagi menjelang.

Senyap yang sedianya hening dan kosong, kini selalu penuh dengan kata-kata dan rasa. Dia berjalan sambil menyeret semua yang aku rasakan. Menebarnya di langit malam, membiarkan bintang-bintang menangis mendengarnya. Dan agar aku tak harus meneriakkannya dengan suaraku lagi agar kamu tak lagi harus mendengar semuanya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s