Cinta dan Lembayung Senja

Cinta adalah cinta, meski dia berbalut angkara. Seperti lembayung yang muram, merajuk pada langit senja ketika dia tak bisa menari di pelataran langit yang penuh digelayuti mendung. Lembayung merajuk di senja hari ini, tapi esok dia tetap akan kembali, sambil menunggu kesempatan munculnya celah di langit yang tanpa awan. Sejatinya cinta pun harus mau bersabar diri dalam penantian tanpa merasa letih, tanpa menghitung berapa banyak helai detik yang sudah terjatuh. Menanti dalam kepasrahan dan penerimaan…

Advertisements

One thought on “Cinta dan Lembayung Senja”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s