Tak Adakah Yang Tersisa?

Ketika sapa dan kata sudah semakin mahal untuk dipertukarkan. Tak ada lagikah yang tersisa untuk kita? Hati kita mungkin masih saling merengkuh, namun kita sama-sama tak mau saling menatap dan mendengarkan. Lalu untuk apa menautkan jemari?

Cerita senja berlalu sudah dalam keheningan. Betapa jarak telah mengkhianati kita semua. Begitu sulit terasa untuk menyodorkan sejumput pengertian tanpa debat berkepanjangan. Semua berubah menjadi kabut tebal yang membatasi jiwa-jiwa kita yang resah berdiri, menanti kepastian. Tak adakah yang tersisa sudah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s