Pada Akhirnya

Aku berdiri menatap kegelapan yang membentang di hadapanku. Tak ada seorang pun saat ini. Sendiri. Seperti biasa. Lalu sebuah pikiran merangsek masuk. Memukul-mukul dinding otak. Membangunkanku dari mimpi panjang yang selama ini aku kira realita. Aku pun sontak terjaga…

Pada akhirnya semua orang akan pergi. Lalu kita tertinggal di sini sendiri bersama kenangan yang meriak seperti ombak di lautan. Yang pergi namun selalu kembali. Menghilang, namun tetap mengikuti selamanya.

Pada akhirnya kita akan kembali sendiri. Manusia terlahir sendiri. Mati pun sendiri. Adakalanya harus pula menjelajahi semesta kehidupan sendiri. Pada akhirnya semua akan pergi dan kita tertinggal sendiri di sini. Mungkin ada rembulan yang menemani jika beruntung. Jika tidak, cukup hembus angin malam saja yang mendampingi setiap langkah saat meretas sepi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s