Te[rje]bak

Kamu menjebak jiwaku dalam pikiranmu yang serupa labirin. Membuatku tersesat hingga nyaris putus asa. Kamu membiarkanku berlari tanpa arah, menyusuri lekuk liku isi kepalamu tanpa tahu di mana muara cahaya yang aku cari. Setiap sudut adalah teka-teki yang tak aku ketahui jawabannya. Membuatku menebak-nebak isi hatimu, berspekulasi tentang langkahmu selanjutnya.

Tahukah kamu, betapa sulitnya menyelami isi kepalamu? Tahukah kamu betapa sesaknya tersesat dalam labirin pikiranmu? Aku tak bisa bersaing melawan ego yang bersarang di dalam dirimu. Tak ada ruang untukku di antara kamu dan egomu. Mulutmu mengucap kata rindu dan cinta, namun egomu memenjarakan langkahmu untuk mendekat padaku. Aku tak akan pernah bisa menang melawannya karena dia begitu kuat mencengkeram pikiranmu…

Kamu dengan egomu. Dan aku masih terjebak dalam labirin pikiranmu… Menebak-nebak di manakah arah muara cahaya yang menanti kita…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s