Akan Tiba Saatnya

Akan tiba saatnya di mana aku tak lagi menantimu. Kamu akan memiliki kebebasan untuk datang dan pergi sesuka hatimu tanpa harus melihatku merajuk.

Akan tiba saatnya di mana aku tak lagi merajuk ketika kamu tak berkabar. Kamu akan memiliki kebebasan untuk melempar sapa sesempatmu saja.

Akan tiba saatnya di mana aku tak lagi jengah dengan kesendirian dan kesepian yang melingkupiku. Kamu akan terbebas dari kebutuhan untuk berlari menjauhiku demi sejumput kesenyapan yang kamu inginkan untuk menyelami isi kepalamu sendiri.

Akan tiba saatnya di mana aku berhenti berharap kamu berdiri di depan pintuku. Kamu mengajariku tentang kesendirian, dan aku mungkin mendapatinya sebagai candu yang memabukkan lalu akhirnya selalu ingin menikmatinya.

Akan tiba saatnya di mana aku tak lagi berlari menghampirimu ketika kamu melambaikan tanganmu padaku. Kamu berkali-kali menampik tanganku, kali ini aku mungkin tak akan mengulurkannya lagi.

Akan tiba saatnya di mana aku tak lagi ada ketika kamu memutuskan untuk berbicara lagi denganku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s