Juxta Posisi

Manusia adalah makhluk yang aneh. Penuh dengan teka-teki, dualisme, ironi, kompleksitas dan juxta posisi. Ingin memiliki tapi tak mau dimiliki. Ingin mengatur tapi tak suka diatur. Pandai menyakiti namun benci disakiti. Mudah menyalahkan tapi tak terima jika disalahkan. Mengusir tapi ingin dikejar. Mencaci tapi ingin dirayu. Menghina tapi ingin disanjung. Menepis dekap tapi ingin dipeluk. Marah tapi ingin dibelai. Meminta saran tapi tak mau menjalankan… Juxta posisi.

Manusia. Dualismenya, juxta posisinya seringkali membuahkan dilema. Tak tahu apa yang harus dilakukan hingga akhirnya berujung pada frustrasi. Berlari berputar dalam sebuah lingkaran tanpa akhir. Terjebak dalam kebingungan yang diciptakan sendiri. Rindu, tapi tak mau menghampiri. Ingin memeluk, tapi menolak bertemu. Menyerukan kata cinta, namun penuh kemarahan. Mencari tempat berpegang, tapi tak sudi disentuh. Tersenyum, namun penuh luka…

Kamu dan juxta posisimu. Dualismemu. Ironi dan kompleksitas yang membuatku tak mengerti. Kamu tak memberiku pilihan apapun selain mengerti, mengerti dan mengerti. Mengerti dan membiarkanmu melakukan apa yang terbaik untuk dirimu. Aku hanya mengawasi dari jauh. Bersiap dengan tangan terbuka ketika kamu merasa perlu untuk berlari ke dalam dekapanku. Lalu melepaskanmu kembali ketika kamu ingin menjauh sambil tersenyum meski penuh luka…

Advertisements

One thought on “Juxta Posisi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s