Pendulum Jiwa

Kamu mengayun hati dan jiwaku bak pendulum. Ke kanan dan ke kiri. Sesuka hatimu. Sebentar kamu meludahiku. Sesaat kemudian kamu katakan cinta mati. Kali ini kamu bilang padaku kamu ingin bersamaku. Sedetik kemudian kamu perintahkan aku untuk melupakan semuanya. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Hanya mengikuti ayunan pendulum jiwaku. Ke kanan dan ke kiri, sesuai keinginanmu.

Tak bisakah kamu melihat lelahku, sayang? Tak bisakah kamu menerka kebingunganku? Apa maumu? Katakan saja… lakukan saja… Tak perlu lagi kamu bertanya apa mauku. Tak perlu lagi kamu bertanya apa inginku. Lakukanlah apa yang kamu mau. Biar puas hatimu melihatku lantak hingga hilang rupa.

Tinggallah denganku jika kamu mau. Tinggalkanlah aku jika kamu memang tak sudi. Tapi hentikanlah mengayun hati dan jiwaku bak pendulum. Aku tak lagi punya daya yang cukup untuk berpegang pada rantainya yang melukai genggamanku… Entah kapan aku akan terjatuh. Aku hanya menanti saatnya tiba…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s