Menyeduh Sepi

Malam ini purnama kemerahan. Aku duduk di puncak gedung yang tinggi ini, sekedar ingin merasa dekat dengan rembulan. Lampu-lampu menyala, tapi kota seperti mati. Tak ada suara. Semuanya hening… Sunyi… Aku menyeduh sepi bersama malam yang pekat. Sepi ini sepekat malam. Teraduk menjadi satu dalam cawan kesunyian. “Selamat menikmati….” kataku kepada rembulan yang membara. Rembulan tersenyum sambil terus naik dan meninggi, tak menghiraukan tawaranku. Ah, sepertinya dia sedang tidak ingin berdekatan denganku malam ini…

Aku masih terus mengaduk seduhan sepi di dalam cawan kesunyian itu ketika angin malam datang menghampiriku, “Boleh aku cicipi?” tanyanya padaku. Aku mengangguk sambil menyodorkan cawan itu kepadanya. Jika rembulan tak mau, angin malam pun boleh lah mencicipi seduhan sepiku ini. “Terlalu manis…” ujar angin malam kepadaku sambil menyerahkan cawan itu kembali ke tanganku. “Oya?” kataku setengah tak percaya. Dia mengangguk, “Seduhan sepi tak boleh terlalu manis…” katanya sambil mengusap wajahku. “Harus ada sedikit rasa getir, agar makin pekat terasa sepinya.” ujarnya lagi setengah mengguruiku. Aku diam sejenak. Berpikir. “Begitu ya? Harus ada rasa getirnya… Tapi bukankah sepi itu seharusnya terasa damai dan nikmat? Dan bukankah damai itu manis?” kataku balik bertanya. “Setidaknya, itulah yang aku pelajari selama ini…” sambungku. Angin malam menggeleng lembut. “Seduhan sepi yang berbalut getir lah yang paling pas untuk dinikmati dan diresapi. Kurangi manisnya ya? Sedikit saja…” bujuknya. “Seduhan sepi yang terbaik seharusnya mampu membunuhmu perlahan…” lanjutnya lagi sambil bergerak pergi meninggalkanku. Ah…. begitukah?

Advertisements

One thought on “Menyeduh Sepi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s